19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Air Kolam Menyusut, Ikan Petani Makroman Samarinda Mati


Air Kolam Menyusut, Ikan Petani Makroman Samarinda Mati
Bahar, petani Makroman Samarinda (Foto: KlikSamarinda)

KLIKSAMARINDA.COM - Kolam-kolam ikan di daerah lumbung pangan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), sejak sepekan terakhir mengalami kekeringan. Para petani yang merupakan warga Makroman, tepatnya di Jalan Usaha Tani, RT 13, Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan, Samarinda mengeluhkan terjadinya kekeringan tersebut.

Para petani di Makroman merasakan langsung dampak kekeringan yang telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Menurut Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Makroman, Bahar, ikan-ikan yang dibudiyakan seperti ikan nila, ikan mas, ikan gabus, ikan betutu, mati sebagai dampak langsung dari kekeringan tersebut.

Menurut Bahar, tak kurang dari 1 ton lebih ikan mengalami kematian di kolam-kolam kering milik petani Makroman.

Dari pengakuan Bahar, kekeringan yang terjadi terindikasi akibat kerusakan lingkungan yang menggerus sumber air di wilayah Makroman akibat aktivitas pertambangan yang terjadi selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

Bahar mengaku, dirinya mengalami kerugian akibat gagal panen ikan sebagai dampak dari kekeringan yang terjadi. Yang paling terasa adalah matinya ikan-ikan yang dipelihara petani di sejumlah kolam yang ada di sekitar lahan pertaniannya.

"Ini ikan-ikan mati. Dari 50 kolam yang ada seluas 6 hektar. Hampir separuhnya kekurangan air. Bahkan ada yang sudah habis airnya. Ikan-ikan juga mati," ujar Bahar saat ditemui KlikSamarinda pada Rabu siang 30 Maret 2016 di sekitar kolam ikan miliknya.

Para petani telah lama merasa khawatir terkena dampak penambangan batu bara di wilayah Makroman. Menurut Bahar, terdapat satu lahan konsesi pertambangan batu bara di sekitar Makroman sejak 2008.

Para petani merasa lahan mereka yang terletak di radius 50 meter dari area pertambangan akan mengalami krisis sumber air.

"Itu kan sumber airnya sudah ndak ada. Jadi kita ini pertanian dama perikanan ini ya sudah, ndak bisa apa-apa lagi sudah kita," ujar Bahar sambil menunjuk bukit kering yang merupakan sisa area pertambangan batu bara.(*)

Reporter : Magie Aksan    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0