11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sjaharie Jaang Tak Berpeluang Jadi Cagub Kaltim


Sjaharie Jaang Tak Berpeluang Jadi Cagub Kaltim
Sjaharie Jaang (foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Lembaga survei dan konsultan politik nasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) mengeluarkan hasil survei terkait figur calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pengganti Awang Faroek Ishak. JSI sedikitnya mengangkat sembilan nama yang dianggap layak maju di Pilgub Kaltim 2018.

Sembilan nama tersebut antara lain, Wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisal, Bupati Kutai Kartanegara (Kaltim) Rita Widayasari, mantan Bupati Kutim Isran Noor, Makmur HAPK, yang pernah menjabat Bupati Berau, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, serta Imdaad Hamid yang dulu menjabat Walikota Balikpapan.

Tersebut juga nama Rizal Effendi (Walikota Balikpapan), Achmad Amins (mantan Walikota Samarinda dua periode dan ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai Nasdem Kaltim, dan mantan Walikota Bontang dua periode Sofyan Hasdam.

Tak ada disebutkan nama Walikota Samarinda, Sjaharie Jaang dalam daftar hasil survei JSI tersebut. Padahal, Sjaharie Jaang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) ketua DPD Partai Demokrat Kaltim sekaligus Walikota Samarinda definitif.

“Dari segi figuritas, pengalaman, serta finansial, nama-nama tersebut saya kira punya potensi yang mumpuni untuk maju bertarung di Pilgub Kaltim 2017 mendatang,” terang Supervisor Strategi Pemenangan JSI, Arif Saleh, melalui rilis JSI yang diterima Klik Sangatta (Klik Group), Kamis, 3 Maret 2016.

Disinggung figur yang paling berpeluang menahkodai kursi 1 Kaltim, Arif memilih tidak ingin menyebut nama terlebih dahulu. Alasannya, pilkada yang masih menyisahkan waktu sekitar satu tahun lebih tentu masih sangat dinamis.

“Pilgub Kaltim masih sangat dinamis. Semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja, ada figur yang diunggulkan selama ini, tapi terkendala kendaraan partai politik.

Begitu juga sebaliknya, ada figur yang kurang diperhitungkan, tapi bisa maju karena memiliki kendaraan politik. Artinya, kejutan masih bisa terjadi,” papar Arif. (*)

Reporter : Eky Sambora/Klik Sangatta    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0