19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pencarian Sempat Terhenti, Jasad Iwan Ditemukan di Kedalaman 8 Meter


Pencarian Sempat Terhenti, Jasad Iwan Ditemukan di Kedalaman 8 Meter
Upaya evakuasi korban lubang tambang, Agus Irawan, di Penajam Paser Utara pada Jumat malam 12 Februari 2016 (Foto: Netizen)

KLIKSAMARINDA - Upaya pencarian Agus Irawan (Iwan/20 tahun), korban lubang tambang yang meninggal pada 12 Februari 2016 di area tambang milik PT Bumi Energy Kaltim sempat dihentikan petugas dari kepolisian dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Penghentian ini dilakukan dengan alasan keamanan saat menghentikan sementara pencarian hingga tengah malam. Namun, keluarga dan warga setempat tetap berupaya mencari pinjaman perahu dan membuat pancing serta jangkar untuk mencari korban.

Dengan peralatan sederhana hasil swadaya dari masyarakat, pencarian pun berakhir pada Sabtu dini hari 13 Februari 2016 pukul 03.15 Wita. Tubuh korban ditemukan di kedalaman 8 meter.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke kediaman orang tua korban. Pada pukul 06.00 Wita jenasah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Pada pukul 09.00 Wita jenasah dipulangkan kembali ke kediaman orangtua untuk dikebumikan.

Iwan menjadi korban pertama yang meninggal di lubang tambang Penajam Paser Utara dan menjadi korban ke-20 di Kaltim. Pun, Iwan menjadi korban pertama pasca 9 hari paksaaan pemerintah terhadap penutupan sementara 11 perusahaan tambang batu bara.

Iwan merupakan putra tunggal ibu Fani. Iwan dalam beberapa minggu terakhir ini tidak lagi bekerja. Ia hanya mengisi waktu luangnya bermain bersama dengan teman-teman sebayanya.

Lubang tambang tempat Iwan meninggal dunia ini telah ditinggalkan perusahaan penambang sejak 2010. Tambang ini tergolong beracun dan dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya.

“Lubang tambang tersebut punya perusahaan batu bara katanya milik PT Bumi Energy Kaltim (PT BEK). Mereka tinggalkan semenjak tahun 2010 akhir, kolam tersebut dibiarkan tetap terbuka selama 5 tahun ini," ujar seorang warga yang tak ingin dituliskan namanya.

Warga setempat telah memeringatkan perusahaan untuk menutup lubang tambang berisi air limbah yang beracun ini. Tuntutan warga tidak direspon oleh perusahaan pemilik tambang sehingga lubang tambang tetap terbuka.

“Warga menuntut pada tahun 2011 untuk dilaksanakan penutupan lubang tambang bersama pemerintah desa setempat serta RT setempat. Namun tidak memperoleh respon positif dari pihak perusahaan dan kolam dibiarkan tetap terbuka," ujar kepala kampung di RT 02, Desa Buluminung, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim). (*)

Reporter : Jatam/KlikSamarinda    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0