11 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Korban Lubang Tambang Kaltim Bertambah, Kali Ini di Penajam Paser Utara


Korban Lubang Tambang Kaltim Bertambah, Kali Ini di Penajam Paser Utara
Upaya evakuasi korban lubang tambang, Agus Irawan, di Penajam Paser Utara pada Jumat malam 12 Februari 2016 (Foto: Netizen)

KLIKSAMARINDA - Lubang bekas galian tambang batu bara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tampaknya belum reda memakan korban. Pada Jumat 12 Februari 2016 lalu, Agus Irawan yang biasa disapa Iwan (20), penduduk Desa Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) ini ditemukan tewas tenggelam di lubang tambang milik PT Bumi Energy Kaltim.

Iwan menjadi korban pertama yang meninggal di lubang tambang Penajam Paser Utara dan menjadi korban ke-20 di Kaltim. Pun, Iwan menjadi korban pertama pasca 9 hari paksaaan pemerintah terhadap penutupan sementara 11 perusahaan tambang batu bara.

Iwan merupakan putra tunggal ibu Fani. Iwan dalam beberapa minggu terakhir ini tidak lagi bekerja. Ia hanya mengisi waktu luangnya bermain bersama dengan teman-teman sebayanya.

Ibu korban menceritakan, sore itu setelah makan bersama teman-temannya di rumah tetangga, pukul 17.00 Wita Iwan pergi bersama tujuh teman lainnya berenang di "danau biru", sebutan warga sekitar terhadap lubang tambang batu bara milik PT. Bumi Energy Kaltim.

Awalnya Iwan dan dua teman lainya berlomba menyebrangi lubang tambang yang beracun tersebut. Ketika dua teman lainnya sudah sampai di seberang dan melihat Iwan masih di tengah lubang tambang, Iwan berteriak minta tolong.

Lima teman lainnya yang sebelumnya tidak berenang awalnya mengira ia hanya bercanda saja. Tetapi selang beberapa waktu Iwan tidak muncul-muncul. Teman-temannya berupaya berenang mencari Iwan. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Mereka kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar dan Pak Jufri yang juga kepala kampung setempat. Ibu korban saat itu menerima kabar dari tetangganya.

Orang tua korban langsung menuju lokasi kejadian dan melihat sudah banyak orang yang berkumpul di sana. (*)

Reporter : Jatam/KlikSamarinda    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0