17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pakaian Adat Kalimantan Berevolusi


Pakaian Adat Kalimantan Berevolusi
Salahsatu model menampilkan modifikasi busana adat Kalimantan di atas runway. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Baju tanpa lengan dan rok pendek selutut, menjadi gaya khas busana adat Kalimantan. Konsep ini merupakan buah kebudayaan lokal yang bersentuhan langsung dengan gaya hidup rimbanya hutan Bumi Mulawarman.

Bagi Era Soekamto --desainer mode Indonesia yang concern mengangkat koleksi bertemakan tradisionalisme-- motif hias di busana adat Kalimantan sangat kaya dan sarat nilai budaya.

Misalnya, jahit bordir dan tribal di atas kain warna hitam maupun palet warna tanah. Sayang, masyarakat di Kaltim tidak terlalu mengembangkan. "Makanya lambat laun punah dengan sendirinya," ucap Era.

Modernisasi desain hingga siluet pun sulit direalisasikan. Namun yang masih sering dilihat mungkin dari aspek batik, seperti batik Dayak.

Era menyatakan, Kalimantan sebenarnya tidak pernah memiliki batik, karena hanya ada di Jawa. Namun perjalanan para pelancong dan masyarakat asli ke pulau Jawa menjadikan motif-motif khas Kalimantan dituangkan dalam versi batik.

Era menambahkan, jika menemukan batik di Kalimantan, bisa jadi itu adalah batik Pekalongan yang dibawa ke sana. Untuk kain, Kalimantan memiliki kain tradisional bernama Sasirangan, yakni kain yang dibuat dengan teknik jumputan.

Memperkaya khasanah warisan, Kalimantan juga memiliki warisan budaya berharga yang berasal dari Sambas. Tenun Sambas, terang Era, dinilai begitu kaya mulai dari motif juga proses pembuatannya.

"Bayangkan di sana itu sulit mengakses kain dan benang, jadi mereka terpaksa menenun kain memakai benang jahit. Dan hasilnya di luar dugaan, sangat indah," ujar Era.

Sebagai tampilan keseluruhan, busana adat tidaklah lengkap jika tidak dipadukan dengan kain tradisional yang dibuat dengan kerajinan tangan tingkat tinggi. Ini diungkapkan oleh Koestriastuti Koestedjo --Cita Tenun Indonesia-- Kalimantan memiliki beberapa kain yang terkenal akan keindahannya.

Di Kalimantan Barat (Kalbar) terdapat songket dan tenun ikat. Berpindah ke Selatan, bisa ditemukan Sasirangan, yakni kain dengan teknik tie-dye serta tenun ikat. Di Kaltim, ada pula yang dinamakan Ulap Doyo dan sarung Samarinda yang khas.

Dari yang disebutkan tadi, paling favorit bagi masyarakat Indonesia dan namanya semakin mendunia adalah songket Sambas dan tenun ikat Sintang dari Kalimantan Barat, Ulap Doyo dari Kaltim, serta Sasirangan dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

Masih banyak awam yang menunjukkan kecintaannya akan segala jenis modifikasi kain dan baju adat. Padahal filosofinya sangat berbeda dan pantang untuk dijadikan busana sehari-hari. Koestriastuti memberikan contoh penggunaan ragam hias yang hanya digunakan untuk acara kematian.

"Ragam tenun sebaiknya mengetahui makna dari ragam hias tersebut, jangan sampai terjadi pemakaian ragam hias untuk acara kematian dipakai sembarangan untuk ke pesta atau ke kantor," ulasnya.

Koestriastuti mengingatkan, kain tradisional Indonesia adalah tekstil yang dibuat secara tradisional di Indonesia. "Bangsa yang memiliki keaneka ragaman budaya serta adat istiadat, dan setiap motif memiliki makan tersendiri dan jangan sembarang diterapkan untuk alasan gaya," tukasnya. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0